Thursday, January 25, 2007

Pulverize

Di lembaran-lembaran lusuh dan lilin yang tinggal sepenggal
Dalam riuhnya kicau burung pipit surga dan jejak jejak kecil
Kutemukan semesta berhenti dalam genggaman malaikatku
Tanpa musim tanpa waktu...

25

25...
mendung menggulung terik
menebar aroma emosi
pada batok2 penuh harap
matahari hanya diam
mendengar interlude yg menusuk:
"anganku sirna" pada B mayor
aku menengadah, memandang langit
awan hitam menekuk matahari
pekat, gelap, lekat
anganku sirna
angin dingin membawanya pergi
memang Bangsat...

Hujan

hujan membasuh wajah hari
menelikung sunset dibalik kabutnya
kaki-kakinya menghujam tanah yang kerontang
menampar dinding2 gedung
mengigilkan tulang
membasahi sayap2 letih hari...
aku harus pulang