Thursday, January 25, 2007

Pulverize

Di lembaran-lembaran lusuh dan lilin yang tinggal sepenggal
Dalam riuhnya kicau burung pipit surga dan jejak jejak kecil
Kutemukan semesta berhenti dalam genggaman malaikatku
Tanpa musim tanpa waktu...

25

25...
mendung menggulung terik
menebar aroma emosi
pada batok2 penuh harap
matahari hanya diam
mendengar interlude yg menusuk:
"anganku sirna" pada B mayor
aku menengadah, memandang langit
awan hitam menekuk matahari
pekat, gelap, lekat
anganku sirna
angin dingin membawanya pergi
memang Bangsat...

Hujan

hujan membasuh wajah hari
menelikung sunset dibalik kabutnya
kaki-kakinya menghujam tanah yang kerontang
menampar dinding2 gedung
mengigilkan tulang
membasahi sayap2 letih hari...
aku harus pulang

Thursday, April 13, 2006

KERJA

Kerja adalah wujud nyata cinta. Bila kita tidak dapat bekerja dengan kecintaan, tapi hanya dengan kebencian, lebih baik tinggalkan pekerjaan itu. Lalu, duduklah di gerbang rumah ibadat dan terimalah derma dari mereka yang bekerja dengan penuh suka cita.
(Khalil Gibran)

Saturday, April 08, 2006

the "kaos" persuasion



Kaos Untuk Rakyat
kaos untuk Engineer bodoh

Thursday, March 23, 2006

Penyiksaan


... Penyiksaan tidak membuat manusia tak bersalah jadi menderita: penindasan pun tak dapat menghancurkan manusia yang berada di pihak Kebenaran: Socrates tersenyum ketika disuruh minum racun, dan Stephen tersenyum ketika dihujani dengan lemparan batu. Yang benar-benar menyakitkan hati ialah kesedaran kita yang menentang penyiksaan dan penindasan itu, dan terasa pedih bila kita mengkhianatinya...
(Khalil Gibran)

Thursday, January 26, 2006

Pengemis


Mungkin ada yang pernah atau malah sering melintasi jembatan penyebrangan di depan komdak. Di jembatan itu anda bisa menemukan seorang bapak2 sekitar 40 tahunan sedang menyapu sampah2 yang betebaran. Sekilas memang kita kasihan sekaligus kagum karena dengan kondisi fisik yang cacat (tangan kiri/kanan buntung) dia tetap tekun menyapu jengkal demi jengkal jembatan tsb dari sampah dan bahkan pasir yang betebaran.
Banyak juga yang menunjukan rasa iba simpati atau kagum dengan helai2 rupiah.
Sudah 6 bulan bahkan 2 tahun sebelum saya bertugas di negeri orang saya selalu lewati jembatan itu setiap pagi. Namun dia tetap setia dengan pekerjaannya walau tidak di bayar pemda DKI utk itu.
Tapi apa yang ada di benak saya? Setiap kali melewati jembatan itu bukannya iba atau simpati yang saya rasa, namun kecewa.
Saya melihat betapa hancurnya negara ini. Bahkan sampai ke akar-akarnya seperti yang saya lihat 2 tahun yang lalu di jembatan ini.
Pagi itu saya berangkat agak telat sehingga berjalan melintasi jembatan itu dgn langkah cepat. Saya nyaris bertubrukan dengan sesosok...ya saya sangat kenal. Sosok yang tiap pagi saya lihat tekun menyapu di jembatan ini sambil duduk di lantai seolah-olah berdiripun dia tak sanggup...sosok yang selalu saya kagumi karena dedikasinya dan perhatiannya terhadap kebersihan. Sekarang dia berlari dengan gesit mengalahkan para pedagang kaki 5. Di belakang mereka segerombolan "trantib" berjalan cepat. Razia..!!!
Yang terlintas di benakku adalah...kenapa dia bisa berlari dengan gesit..? bukankah dia terlihat sangat ringkih.
Akhirnya semua kecurigaan terjawab...Mengapa setiap pagi sekitar jam 6 jembatan ini selau kotor dengan sampah yang bertebaran dimana-mana. Ini terlihat seperti disengaja....
memang bangsa ini sudah rusak sampai keakar-akarnya..!!

Tuesday, January 03, 2006

Happy New Year


Happy New Year.
Semoga tahun ini akan menjadi tahunyang lebih baik dari tahun yang lalu.

Monday, April 25, 2005

Pulang

8 days remaining, gw merasa seperti ga siap. Yang pasti ada perasaan senang bisa balik ke Jakarta dan berada lagi dalam pelukan sayangku Artin dan bertemu jagoan ku Farrell.
Namun di sisi lain hati merasa sedih karena meninggalkan semua kenangan di Yokohama. Banyak yang tertulis di lembar hari2ku disini. Suka dan duka....
Ah...kenapa menjadi sentimentil begini..? sudah biasakan aku begini? pindah dari sutau tempat ke tempat yang lain. atau mungkin ini hanya sebuah syndrom yg biasa di derita seorang narapidana yang akan bebas....."merasa lebih nyaman didalam penjara ketimbang diluar"....
Ups....but I am not a prisoner....I have to go back to my family...comeback to where I were....they've been waiting for me...